Mufattan
Artinya
: Orang yang diuji (diberi cobaan) dan banyak ditimpa fitnah. Maksudnya
: (orang mukmin) adalah orang yang waktu demi waktu selalu diuji oleh
Allah dengan balaa’ (bencana) dan dosa-dosa. Dalam hal ini fitnah
(cobaan) itu akan meningkatkan keimanannya, memperkuat keyakinannya dan
akan mendorong semangatnya untuk terus menerus berhubungan dengan Allah
Subhanahu wa Ta’ala, sebab dengan kelemahan dirinya, ia menjadi tahu
betapa Maha Kuat dan Maha Perkasanya Allah, Rabb-nya. Menurut sebuah
riwayat dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim, sesungguhnya Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : perumpamaan
orang mukmin ibarat sebatang pokok yang lentur diombang-ambing angin,
kadang hembusan angin merobohkannya, dan kadang-kadang meluruskannya
kembali. Demikianlah keadaannya sampai ajalnya datang. Sedangkan
perumpamaan seorang munafik, ibarat sebatang pokok yang kaku, tidak
bergeming oleh terpaan apapun hingga (ketika) tumbang, tumbangnya
sekaligus”. Demikianlah sifat seorang mukmin dengan keimanannya yang benar, dengan tauhidnya yang bersih dan dengan sikap iltizam (komitment)nya yang sungguh-sungguh.
Tawaab Nasiyy
Artinya
: Orang yang bertaubat kemudian lupa, kemudian ingat, kemudian
bertaubat Seorang mukmin dengan taubatnya, berarti telah mewujudkan
makna salah satu sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sifat yang
terkandung dalam nama-Nya : Al-Ghaffar (Dzat yang Maha Pengampun). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Artinya : Dan
sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat,
beriman dan beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar”. (QS. Thaha : 82).
Apabila Diingatkan, Ia Segera Ingat.
Artinya
: Bila diingatkan tentang ketaatan, ia segera bergegas melompat
kepadanya, bila diingatkan tentang kemaksiatan, ia segera bertaubat
daripadanya, bila diingatkan tentang kebenaran, ia segera
melaksanakannya, dan bila diingatkan tentang kesalahan ia segera
menjauhi dan meninggalkannya. Ia tidak sombong, tidak besar kepala,
tidak congkak dan tidak tinggi hati, tetapi ia rendah hati kepada
saudara-saudaranya, lemah lembut kepada sahabat-sahabatnya dan ramah
tamah kepada teman-temannya, sebab ia tahu inilah jalan Ahlul Haq (pengikut kebenaran) dan jalannya kaum mukminin yang shalihin.
Terhadap
dirinya sendiri ia berbatin jujur serta berpenampilan luhur, sedangkan
terhadap orang lain ia berperasaan lembut dan berahlak mulia, bersuri
tauladan kepada insan teladan paling sempurna yaitu Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah diberi wasiat oleh Rabb-nya
dengan firman-Nya : “Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka …..”. (QS. Ali Imran : 159). Inilah sifat seorang mukmin. Ini pula jalan hidup serta manhaj perilakunya.
Sumber dituliskan oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdulhamid Al-Halaby, sedikit diedit oleh tukang kebun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar