Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjihad (untuk mencari
keridlaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka
jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang
yang berbuat baik. (al-Ankabut: 69)
Allah berfirman: “Dan sembahlah Rabb-mu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (al-Hijr: 99)
Allah berfirman: “Sebutlah nama Rabb-mu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (al-Muzzammil: 99)
Allah Ta’ala berfirman: “Siapa saja yang mengerjakan kebaikan seberat
dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (al-Zalzalah:
7)
Allah berfirman: “Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk
dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai
balasan yang baik dan yang paling besar pahalanya.” (al-Muzzammil: 20)
Allah berfirman: “Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.” (al-Baqarah: 197)
Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: ‘Siapa saja yang memusuhi
kekasih-Ku maka Aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling Aku
sukai yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri adalah ia
mengerjakan apa yang Aku wajibkan kepadanya, dan tidak henti-hentinya
mendekatkan diri dengan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencintainya.
Jika Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia gunakan, Aku merupakan penglihatan yang ia gunakan, Aku merupakan tangan yang ia gunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan kepda-Ku niscaya aku melindunginya.” (HR Bukhari)
Jika Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia gunakan, Aku merupakan penglihatan yang ia gunakan, Aku merupakan tangan yang ia gunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan kepda-Ku niscaya aku melindunginya.” (HR Bukhari)
Dari Anas ra., dari Rasulullah saw. beliau menceritakan yang
difirmankan oleh Rabb Yang Maha Mulia lagi Maha Agung: “Apabila
seseorang mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat
sehasta, apabila ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat
sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang
dengan berlari.” (HR Bukhari)
Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Ada dua
nikmat dimana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan
kesempatan.” (HR Bukhari)
Dari Aisyah ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. selalu
bangun untuk mengerjakan shalat malam sampai kedua kakinya bengkak.
Aisyah bertanya: ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau berbuat demikian,
sedangkan Allah telah mengampuni semua dosamu , baik yang telah lampau
maupun yang akan datang?’ beliau menjawab: ‘Apakah tidak sepantasnya
jika aku menjadi seorang hamba yang selalu bersyukur?’ (HR Bukhari dan
Muslim)
Dari Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. apabila memasuki pada
sepuluh hari terakhir di bulan Ramadlan beliau senantiasa beribadah pada
malam hari dan membangunkan keluarganya dan beliau bersungguh-sungguh
serta mengikat erat tali pinggangnya. (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Orang
mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang
mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah untuk
mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu, serta mohonlah
pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah. Kalau tertimpa sesuatu,
janganlah kamu mengucapkan: ‘Seandainya saya berbuat begini tentu akan
terjadi begini dan begitu.’ Tetapi katakanlah: ‘Apa yang terjadi telah
ditentukan Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi.’
Karena kata ‘seandainya’ itu akan memberi jalan pada setan. (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw.
bersabda: “Neraka itu tertutup dengan berbagai macam kesenangan dan
surga itu tertutup dengan berbagai macam ketidaksenangan.” (HR Bukhari
dan Muslim)
Dari Abu Abdullah Hudzaifah bin Yaman al-Anshari ra. beliau dikenal
sebagai spionase (mata-mata) Rasulullah saw. ia berkata: Suatu malam aku
shalat bersama Nabi saw. sesudah membaca al-Fatihah beliau membaca
al-Baqarah, di dalam hati saya berkata: mungkin beliau akan rukuk jika
sudah membaca seratus ayat. Tetapi setelah mendapat seratus ayat beliau
tetap membacanya. Dalam hati saya berkata lagi: mungkin beliau akan
membaca satu surat al-Baqarah dalam satu rakaat, tetapi setelah selesai
satu surat beliau membaca lagi surat an-Nisaa’ dan beliau membacanya
sampai selesai. Setelah itu beliau memulai lagi membaca Ali Imraan
sampai selesai. Beliau membacanya dengan tartil. Jika menemukan ayat
yang mengandung tasbih maka beliau membaca tasbih. Jika menemukan ayat
yang mengandung perintah agar memohon, maka beliau memohon. Dan jika
menemukan ayat yang menyuruh untuk berlindung diri, maka beliau
berlindung diri. Sesudah itu, beliau rukuk dan membaca “Subhaana
rabbiyal ‘adziim” (Mahasuci Rabb yang Maha Agung). Lamanya hampir sama
dengan berdiri. Kemudian beliau bangkit dari rukuk mengucapkan:
“Sami-‘allaaHu liman hamidaH, rabbanaa lakal hamdu” (Allah mendengar
orang yang memuji-Nya. Wahai Rabb kami, hanya bagi-Mu lah segala puji),
dan berdiri lama hampir sama lamanya dengan rukuk. Kemudian beliau sujud
dan membaca “Subhaana rabbiyal a’laa” (Mahasuci Rabb-ku Yang Maha
Luhur), lamanya hampir sama dengan berdiri.” (HR Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar