Rasulullah saw. bersabda bahwa orang-orang fakir masuk surga lebih dulu, selama beberapa waktu, daripada orang-orang kaya. Boleh jadi, hal ini tidak berlaku umum karena sebagian orang kaya ada yang termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur, memuji, mengabdi, dan membenarkan Allah swt. Mereka memiliki keutamaan yang besar dan konsisten dalam ketaatan dan pengabdian.
Rasulullah saw. bersabda: “Takutlah kepada Allah dalam hal orang-orang fakir karena pada hari kiamat Allah berfirman: ‘Dimana makhluk-makhluk-Ku?’ para malaikat menjawab: ‘Wahai Rabb kami, siapakah mereka?’ Allah berfirman: ‘Orang-orang fakir yang sabar dan rela terhadap takdir-Ku. Mereka akan Ku-masukkan ke dalam surga.’ Rasulullah saw. melanjutkan sabdanya, “Kemudian orang-orang fakir itu masuk surga, lalu makan dan minumm, sementara orang-orang kaya masih sibuk dalam penghitungan amal mereka.”
Imam Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang fakir yang berjuang di jalan Allah akan masuk surga sebelum orang-orang kaya, dengan jarak 500 tahun.” (HR Turmudzi dan Ibnu Majah)
Hadits di atas ditakhrij dari A’masy Sulaiman, dari Atiyah al-Aufi, dari Abu Sa’id. Ia berkata, “Hadits ini statusnya hasan gharib dari sisi ini.”
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang fakir akan masuk surga lebih dahulu daripada orang-orang kaya, selama setengah hari akhirat, yaitu 500 tahun.” (HR Turmudzi, status hadits ini hasan shahih)
Dalam shahih Muslim ada sebuah hadits dari Abdullah bin Umar ra. bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang fakir dari kaum muhajirin, nanti pada hari kiamat, akan masuk surga lebih dahulu daripada orang-orang kaya, selama 40 musim gugur.”
Hadits-hadits di atas menunjukkan satu makna bahwa orang-orang fakir akan masuk surga lebih dulu. Dengan catatan, mereka termasuk orang-orang yang sabar, mengabdi kepada Allah, rela dan sabar terhadap kefakiran mereka selama hidup di dunia, sehingga dari lisan mereka keluar kata-kata pujian kepada Allah, bersyukur, dan menghambakan diri kepada Allah. Mereka inilah orang-orang yang akan memperoleh kemuliaan pada hari kiamat, ketika mereka masuk surga. Pada hari kiamat nanti, Allah akan berfirman kepada orang-orang yang sabar terhadap kefakirannya.
“[kepada mereka dikatakan] Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (al-Haaqqah: 24)
Makna ayat di atas benar-benar jelas. Artinya, kesusahan yang telah engkau peroleh di dunia karena fakir, benar-benar terasa perih buat kalian. Hal ini bukan cita-cita dan keinginan kalian, tetapi semata-semata atas kehendak Allah.
Berapa banyak ayat Allah yang berbicara tentang hal yang telah dibicarakan di atas, yang mendorong orang mukmin untuk rajin menabung, dengan tabungan amal kebajikan. Allah akan melipatgandakan tabungan tersebut selama di dunia dan mereka dapat memetik hasilnya berupa pahala yang besar di akhirat nanti.
Firman Allah: “Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rizky) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (al-Baqarah: 245)
Lalu, apa yang dilakukan Allah terhadap tabungan kita, seperti tabungan sedekah terhadap orang-orang fakir dan orang-orang Islam yang membutuhkan? Allah akan mengganti tabungan-tabungan itu nanti pada hari kiamat. Akan ada penghargaan khusus dari Allah kepada orang-orang fakir. Mereka akan didahulukan masuk surga daripada orang-orang kaya. Itu adalah salah satu penghargaan Allah kepada mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar