Menuju Sikap Positif
Langkah pertama adalah evaluasi sikap Anda saat ini.
Sekali lagi kejujuran Anda pada saat evaluasi akan sangat menentukan.
Evaluasi ini seperti diagnosa bagi seorang dokter, jika diagnosa salah
bisa menyebabkan salah menanganinya baik dalam melakukan operasi atau
pemberian obat. Jika salah, bukan hanya tidak akan sembuh, malah bisa
saja memperburuk keadaaan. Salah satu trik untuk mengetahui lebih pasti
tentang sikap Anda, tidak ada salahnya jika meminta bantuan orang lain.
Langkah kedua adalah Anda harus membina keyakinan
Anda, bahwa sikap itu bisa berubah. Lihatlah perubahan sikap para
sahabat Rasulullah SAW sebelum dan sesudah masuk Islam. Sikap
beliau-beliau bisa berubah dengan drastis. Ini menunjukan bahwa sikap
itu bisa berubah. Anda harus meyakininya, jika tidak, sikap Anda tidak
akan bisa berubah.
Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.
Apakah Anda menyadari bahwa mata Anda yang bermasalah dan apa
masalahnya? Setelah itu keyakinan Anda bahwa kacamata bisa mengatasi
masalah mata Anda. Hal ini sama dengan masalah sikap Anda. Memiliki
sikap positif tinggal menunggu waktu.
Untuk memperbaiki sikap berarti kita harus memperbaiki pikiran kita.
Cara berpikir seseorang sangat tergantung pada apa yang diyakini.
Keyakinan yang ada pada kepala sangat tergantung pada berbagai
pengalaman dan informsai yang meyakinkan.
Kabar buruknya, banyak orang yang tidak pernah memperhatikan hal ini.
Kita menerima informasi dan banyak sekali langsung meyakininya tanpa
pernah mempertanyakannya. Pengalaman kita pun membentuk keyakinan, namun
sering kali pengalaman kegagalan sementara menjadi sebuah keyakinan,
bahwa kita akan gagal terus.
Belum lagi, kata-kata yang kita dengar dari orang-orang yang memiliki
sikap negatif akan memperparah pikiran kita. Orang yang memiliki sikap
negatif jauh lebih banyak ketimbang orang yang memiliki sikap positif
(faktanya orang sukses jauh
lebih banyak ketimbang orang biasa-biasa saja). Karena informasi negatif
tersebut banyak dikatakan orang, maka informasi tersebut dianggap
sesuatu yang benar sehingga kita meyakininya.
Jadi langkah selanjutnya untuk menuju sikap yang positif, setelah evaluasi dan memiliki kemauan adalah menggoyah keyakinan
kita yang ada selama ini. Kecuali keyakinan agama yang tidak perlu
digoyah. Sebagai contoh keyakinan yang perlu digoyah diantaranya:
- Saya tidak berbakat bisnis.
- Saya tidaK mungkin membeli rumah senilai 1 milyar rupiah.
- Saya tidak mungkin berangkat haji.
Cara menggoyah keyakinan ialah dengan cara mempertanyakannya. Apakah
betul seperti itu? Bagaimana dengan orang lain? Anda harus berusaha
mendapatkan banyak rujukan untuk menggoyah keyakinan-keyakinan Anda
selama ini. Referensi bisa datang dari para ahli atau fakta.
Setelah keyakinan negatif Anda tergoyahkan, langkah selanjutnya ialah mengisi dengan berbagai keyakinan positif.
Bergaullah dengan orang-orang positif. Baca buku tentang pengembangan
diri, motivasi, sukses, dan biografi orang-orang sukses. Anda akan
mendapatkan banyak masukan untuk keyakinan baru Anda yang lebih positif.
Namun, Anda harus tetap kritis terhadap keyakinan baru Anda terutama
dari segi agama, karena saya sering menemukan keyakinan-keyakinan orang
sukses yang bertentangan dengan agama.
Memasukkan keyakinan positif ke dalam pikiran bawah sadar Anda.
Banyak orang yang sudah tahu berbagai keyakinan positif, namun
sikapnya tetap saja negatif. Salah satu penyebabnya ialah karena
keyakinannya tersebut belum meresap pada pikirannya. Para ahli pikiran
mengatakan bahwa keyakinan tersebut belum masuk ke dalam pikiran bawah
sadarnya. Hanya keyakinan yang sudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar
saja yang bisa membentuk sikap positif.
Bagaimana caranya? Napoleon Hill, penulis buku Think and Grow Rich
mengatakan “pengulangan pengukuhan perintah kepada pikiran bawah sadar
adalah satu-satunya metode yang diketahui tentang perkembangan sukarela
dari emosi keyakinan”. “Pengulangan pengukuhan perintah” ini dalam
istilah lain disebut dengan sugesti pribadi atau ada juga yang
menyebutkan afirmasi.
Pentingnya sebuah afirmasi sudah banyak diketahui oleh berbagai ahli
pengembangan diri. Robert G. Allen dalam bukunya One Minute Millioner
menyertakan afirmasi sebagai salah satu langkah menuju milyuner. Maxwell
Maltz, seorang ahli psikologi juga sangat menganjurkan teknik afirmasi
dalam membentuk citra diri. Oleh karena itu, saya sendiri saat
mengadakan seminar atau pelatihan selalu menyertakan afirmasi sebagai
upaya agar sikap peserta segera terbentuk.
Lalu seperti apa afirmasi itu? Sangat sederhana, Anda cukup
menyatakan kalimat-kalimat keyakinan positif Anda. Setelah itu bacalah
berulang-ulang. Semakin sering Anda membacanya akan semakin meresap
kalimat-kalimat tersebut kedalam pikiran bawah sadar Anda. Berikut
adalah beberapa contoh kalimat afirmasi yang saya ambil dari materi
seminar menjadi lebih berani.
- Saya yakin keberanian akan membawa dampak positif bagi saya.
- Saya berani, sehingga potensi saya tergali.
- Saya berani, sehingga peluang sukses saya lebih besar.
- Saya selalu berfikir positif.
- Saya berbaik sangka kepada Allah SWT.
- Saya berbaik sangka kepada orang lain tanpa mengurangi kewaspadaan.
- Saya yakin apa yang saya usahakan akan berhasil, kecuali Allah SWT tidak mengizinkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar