Allah berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan
orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan
mengharap keridlaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari
mereka.” (al-Kahfi: 28)
Dari Haritsah bin Wahab ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah
saw. bersabda: “Maukah enkau aku beritahu tentang penghuni surga? Yaitu
orang yang lemah dan diremehkan, tetapi kalau ia meminta sesuatu kepada
Allah, tentu dikabulkan. Dan maukah engkau aku beritahu tentang penghuni
neraka? Yaitu setiap orang yang kasar, keras dan sombong.” (HR Bukhari
dan Muslim)
Dari Abbul Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idiy ra. ia berkata: ada
seorang laki-laki lewat di depan Nabi saw. kemudian beliau bertanya
kepada shahabat yang duduk di sampingnya: “Bagaimana pendapatmu tentang
laki-laki yang baru lewat itu?” Shahabat itu menjawab: “Orang itu
golongan bangsawan, demi Allah orang itu sangat pantas diterima jika
meminang, apabila ia minta sesuatu untuk orang lain pasti berhasil.”
Rasulullah saw. pun diam. Kemudian ada lagi yang lewat, lantas
Rasulullah saw. bertanya kepada shahabatnya: “Bagaimana pendapatmu
tentang orang yang baru lewat itu?” Shahabat itu menjawab: “Wahai
Rasulullah, orang itu dari golongan umat Islam yang fakir, apabila
meminang pantasnya ia ditolak, apabila meminta sesuatu untuk orang lain
tidak akan berhasil, dan apabila berbicara tidak akan didengar.”
Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Orang ini lebih baik dari sepenuh
bumi orang yang pertama lewat itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Sa’id al-Khudriy ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Kali
tertentu surga dan neraka berdebat tentang siapa saja bagiannya. Neraka
berkata: “Bagianku oranng-orang yang sombong dan takabbur.” Surga
berkata: “Bagianku orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin.”
Kemudian Allah memberi keputusan kepada keduanya: “Wahai surga
sesungguhnya kamu adalah rahmat-Ku, dengan keberadaanmu Aku memberi
rahmat kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan kamu wahai neraka,
sesungguhnya kamu adalah siksaan-Ku, dengan adanya kamu Aku menyiksa
kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan kamu berdua (surga dan neraka),
Akulah yang menentukan isinya.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Kelak
pada hari kiamat akan datang seseorang yang berperawakan besar lagi
gemuk tetapi di sisi Allah ia tidak bernilai walaupun seberat sayap
nyamuk.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Ada seorang perempuan berkulit
hitam atau seorang pemuda yang biasa menyapu masjid. Sudah beberapa hari
Rasulullah saw. tidak melihatnya lagi. Kemudian beliau
mempertanyakannya. Para shahabat menjawab, bahwa orang itu telah
meninggal. Beliau bertanya: “Mengapa kalian tidak memberitahu aku?”
Sakan-akan para shahabat menganggap remeh pekerjaan orang yang biasa
menyapu masjid itu.” Lalu beliau bersabda: “Tunjukkan kuburannya.” Para
shahabat menunjukkan kuburannya, kemudian beliau shalat untuknya dan
bersabda: “Sesungguhnya kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi penghuninya,
tetapi Allah meneranginya lantaran shalatku atas mereka.” (HR Bukhari
dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Banyak orang
yang kusut dan berdebu, bahkan tertolak dari semua pintu, tetapi apabila
ia bersungguh-sungguh minta kepada Allah, niscaya Dia akan
menerimannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Usamah ra. Nabi saw. beliau bersabda: “Aku berdiri di pintu
surga, sedangkan yang aku lihat masuk ke dalamnya kebanyakan orang-orang
miskin, sedangkan orang-orang kaya masihh tertahan oleh perhitungan
kekayaannya. Orang-orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka.
Dan berdiri di pintu neraka, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya
adalah perempuan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Hanya tiga
orang yang dapat berbicara ketika masih bayi. Pertama, Isa putra Maryam.
Kedua, anak yang membebaskan Juraij. Juraij adalah seorang laki-laki
yang tekun beribadah dan ia membuat biara (untuk tempat peribadatannya),
dia selalu berada di dalamnya. Kali tertentu ibunya datang memanggil:
“Hai Juraij.” Sedangkan ia mengerjakan shalat. Dan ia berkata dalam
hatinya: “Rabbku, ibuku memanggilku tetapi aku sedang shalat.” Ia
menyelesaikan shalatnya. Keesokan harinya ibunyapun mendatanginya lagi
dan memanggil: “Hai Juraij.” Namun ia sedang shalat dan iapun berkata
dalam hati: “Rabb-ku, ibuku memanggilku tetapi aku baru shalat.” Iapun
menyelesaikan shalatnya. Karena kesal, ibunya berdoa: “Ya Allah,
janganlah Engkau mematikan Juraij sebelum ia mempunyai masalah dengan
pelacur.”
Juraij adalah salah seorang Bani Israil yang terkenal tekun beribadah. Waktu ada perempuan pelacur yang sangat cantik, ia berkata: “Jika kalian menghendaki hai Bani Israil, saya akan menguji Juraij.” Kemudian perempuan itu datang dan mengganggu Juraij, tetapi ia tidak tergoda sedikitpun. Pada akhirnya perempuan itu mendatangi seorang penggembala dan diajaknya ke biara Juraij untuk diajaknya berzina, penggembala itupun mau berzina sehingga perempuan itu hamil.
Ketika melahirkan seorang bayi ia berkata: “Bayi ini adalah hasil persetubuhanku dengan Juraij.” Mendengar berita itu, orang-orang Bani Israil datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun dan merobohkan biara itu serta memukulinya. Juraij bertanya: “Mengapa kalian berbuat seperti ini?” mereka menjawab: “Engkau telah berbuat zina dengan pelacur ini, sehingga telah melahirkan seorang bayi.” Juraij bertanya: “Dimana bayinya?” Mereka membawa bayi itu dan Juraij berkata: “Tunggu sebentar saya akan shalat dulu.” Ketika Juraij telah menyelesaikan shalatnya, ia mendatangi bayi itu, sambil memijit perutnya, ia bertanya: “Hai bayi, akuilah siapa bapakmu?” Bayi itu menjawab: “Bapakku adalah seorang penggembala.” Mendengar jawaban itu, orang-orang Bani Israil menciumi Juraij dan meminta maaf, dan berkata: “Kami akan membangun untukmu sebuah biara dari emas.” Juraij menjawab: “Jangan, bangunlah kembali biara dari tanah seperti semula.” Maka merekapun membangunkan biara untuk Juraij.
Bayi ketiga adalah seorang bayi yang sedang menetek, kemudian lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan bagus dan berwajah tampan, maka ibunya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah anak saya serperti orang itu.” Tiba-tiba bayi itu melepasakan tetekannya dan berpaling melihat orang itu. Kemudian bayi itu berdoa: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti orang itu.” Kemudia ia menetek lagi, saya masih teringat ketika Rasulullah saw. menceritakan cara meneteknya bayi itu, sambil mengisap jari telunjuk beliau dalam mulut kemudian bersabda: “Kemudian ibu bersama bayinya berjalan lagi dan mendapatkan seorang budak perempuan sedang dipukuli orang banyak dan mereka berkata: “Kamu melakukan zina, kamu mencuri.” Tetapi budak itu hanya mengatakan: “HasbiyallaaHu wa ni’mal wakiil.” Maka ibu bayi itu berdoa: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti budak perempuan itu.” Tiba-tiba bayi itu melepaskan tetekannya seraya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah saya seperti budak itu.”
Setelah kejadian itu, terjadilah perbincangan antara ibu dan bayi itu. Ibunya berkata: “Tadi ada seorang laki-laki yang sangat bagus dan saya berdoa: Ya Allah jadikanlah anak saya ini seperti orang itu. Tetapi engkau malah berdoa: Ya Allah janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu.” Dan tatkala ada seorang budak perempuan dipukuli orang banyak dan dituduh: kamu melakukan zina, kamu mencuri, dan saya berdoa: Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti budak perempuan itu. Tetapi engkau malah berdoa: Ya Allah, jadikanlah aku seperti budak itu.”
Bayi itu menjawab: “Sesunggunya laki-laki itu orang yang sombong, oleh karena itu saya berdoa: Ya Allah janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu. Adapun budak yang dituduh melakukan zina, sebenarnya ia tidak zina, dan ia dituduh mencuri, sebenarnya ia tidak mencuri. Oleh karena itu saya berdoa: Ya Allah, jadikanlah saya seperti budak itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Juraij adalah salah seorang Bani Israil yang terkenal tekun beribadah. Waktu ada perempuan pelacur yang sangat cantik, ia berkata: “Jika kalian menghendaki hai Bani Israil, saya akan menguji Juraij.” Kemudian perempuan itu datang dan mengganggu Juraij, tetapi ia tidak tergoda sedikitpun. Pada akhirnya perempuan itu mendatangi seorang penggembala dan diajaknya ke biara Juraij untuk diajaknya berzina, penggembala itupun mau berzina sehingga perempuan itu hamil.
Ketika melahirkan seorang bayi ia berkata: “Bayi ini adalah hasil persetubuhanku dengan Juraij.” Mendengar berita itu, orang-orang Bani Israil datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun dan merobohkan biara itu serta memukulinya. Juraij bertanya: “Mengapa kalian berbuat seperti ini?” mereka menjawab: “Engkau telah berbuat zina dengan pelacur ini, sehingga telah melahirkan seorang bayi.” Juraij bertanya: “Dimana bayinya?” Mereka membawa bayi itu dan Juraij berkata: “Tunggu sebentar saya akan shalat dulu.” Ketika Juraij telah menyelesaikan shalatnya, ia mendatangi bayi itu, sambil memijit perutnya, ia bertanya: “Hai bayi, akuilah siapa bapakmu?” Bayi itu menjawab: “Bapakku adalah seorang penggembala.” Mendengar jawaban itu, orang-orang Bani Israil menciumi Juraij dan meminta maaf, dan berkata: “Kami akan membangun untukmu sebuah biara dari emas.” Juraij menjawab: “Jangan, bangunlah kembali biara dari tanah seperti semula.” Maka merekapun membangunkan biara untuk Juraij.
Bayi ketiga adalah seorang bayi yang sedang menetek, kemudian lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan bagus dan berwajah tampan, maka ibunya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah anak saya serperti orang itu.” Tiba-tiba bayi itu melepasakan tetekannya dan berpaling melihat orang itu. Kemudian bayi itu berdoa: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti orang itu.” Kemudia ia menetek lagi, saya masih teringat ketika Rasulullah saw. menceritakan cara meneteknya bayi itu, sambil mengisap jari telunjuk beliau dalam mulut kemudian bersabda: “Kemudian ibu bersama bayinya berjalan lagi dan mendapatkan seorang budak perempuan sedang dipukuli orang banyak dan mereka berkata: “Kamu melakukan zina, kamu mencuri.” Tetapi budak itu hanya mengatakan: “HasbiyallaaHu wa ni’mal wakiil.” Maka ibu bayi itu berdoa: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti budak perempuan itu.” Tiba-tiba bayi itu melepaskan tetekannya seraya berdoa: “Ya Allah, jadikanlah saya seperti budak itu.”
Setelah kejadian itu, terjadilah perbincangan antara ibu dan bayi itu. Ibunya berkata: “Tadi ada seorang laki-laki yang sangat bagus dan saya berdoa: Ya Allah jadikanlah anak saya ini seperti orang itu. Tetapi engkau malah berdoa: Ya Allah janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu.” Dan tatkala ada seorang budak perempuan dipukuli orang banyak dan dituduh: kamu melakukan zina, kamu mencuri, dan saya berdoa: Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anak saya seperti budak perempuan itu. Tetapi engkau malah berdoa: Ya Allah, jadikanlah aku seperti budak itu.”
Bayi itu menjawab: “Sesunggunya laki-laki itu orang yang sombong, oleh karena itu saya berdoa: Ya Allah janganlah Engkau jadikan saya seperti orang itu. Adapun budak yang dituduh melakukan zina, sebenarnya ia tidak zina, dan ia dituduh mencuri, sebenarnya ia tidak mencuri. Oleh karena itu saya berdoa: Ya Allah, jadikanlah saya seperti budak itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar