Allah berfirman: “Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imraan: 31)
“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad
dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan
orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada
siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi
Maha mengetahui.” (al-Maa’idah: 54)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, bahwa
Allah Ta’ala berfirman: “Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku
menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling Aku sukai dari yang
dikerjakan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku, yaitu apabila ia
mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Seseorang itu
senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan
sunnah, sehingga aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku
merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku merupakan
penglihatan yang ia pergunakan untuk melihat, Aku merupakan tangan yang
ia pergunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan
untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan
mengabulkannya, seandainya ia berlindung diri kepada-Ku, niscaya Aku
melindunginya.” (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Apabila Allah
mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman:
‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Kemudian
Jibril mencintai oran itu dan berkata kepada penghuni langit:
‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Penghuni langit
pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan
kepada penghuni bumi.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim yang lain dikatakan: Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala mencintai seseorang hamba, maka Allah
memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka
cintailah ia.’ Kemudian Jibril mencintai orang itu. Setelah itu Jibril
berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan,
maka cintailah ia.’ Penghuni langit pun mencintai orang itu. Setelah itu
kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi. Dan apabila Allah
membenci seseorang, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman:
‘Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia.’ Kemudian Jibril
membenci orang itu. Setelah itu Jibril berkata kepada penghuni langit:
‘Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah ia.” Kemudian
kebencian itu diteruskan kepada penghuni bumi.”
Dari Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. mengutus seseorang untuk
mengimami shalat pada suatu pasukan. Dalam shalatnya, ia selalu menutup
bacaannya dengan ucapan: qul HuwallaaHu ahad (surat al-Ikhlash). Ketika
pulang mereka menceritakan hal yang demikian itu kepada Rasulullah saw.
Beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya, mengapa ia berbuat demikian.”
Merekapun menanyakannya dan orang itu menjawab: “Karena ayat ini
mengandung sifat Dzat yang Maha Pemurah, maka saya senang membacanya.”
Setelah disampaikan kepada Rasulullah saw. beliau bersabda: “Beritahukan
kepadanya, bahwa Allah Ta’ala mencintainya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar