Ada apa gerangan? Simaklah sebuah kabar yang tidak mungkin salah dan pasti benarnya, yang berasal dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :
وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
“Dan segala musibah yang menimpa
kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah
memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)” (QS. Asy-Syuuraa: 30).Ibnu Katsiir rahimahullah menjelaskan,
وقوله وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم
أي مهما أصابكم أيها الناس من المصائب فإنما هو عن سيئات تقدمت لكم ويعفو
عن كثير أي من السيئات ، فلا يجازيكم عليها بل يعفو عنها، ولو يؤاخذ الله
الناس بما كسبوا ما ترك على ظهرها من دابة
“Dan firman-Nya (yang artinya) dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian maksudnya wahai manusia! musibah apapun yang menimpa kalian, semata-mata karena keburukan (dosa) yang kalian lakukan. “Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kalian)” maksudnya adalah memaafkan dosa-dosa kalian, maka Dia tidak membalasnya dengan siksaan, bahkan memaafkannya.
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya,
niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk
yang melatapun (Faathir: 45) (Tafsir Ibnu Katsiir: 4/404).Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menafsirkan ayat di atas,
يخبر
تعالى، أنه ما أصاب العباد من مصيبة في أبدانهم وأموالهم وأولادهم وفيما
يحبون ويكون عزيزا عليهم، إلا بسبب ما قدمته أيديهم من السيئات، وأن ما
يعفو اللّه عنه أكثر، فإن اللّه لا يظلم العباد، ولكن أنفسهم يظلمون وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وليس إهمالا منه تعالى تأخير العقوبات ولا عجزا.
“Allah Ta’ala memberitahukan
bahwa tidak ada satupun musibah yang menimpa hamba-hamba-Nya, baik
musibah yang menimpa tubuh, harta, anak, dan menimpa sesuatu yang mereka
cintai serta (musibah tersebut) berat mereka rasakan, kecuali (semua
musibah itu terjadi) karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan dan
bahwa dosa-dosa (mereka) yang Allah ampuni lebih banyak.Karena Allah tidak menganiaya hamba-hamba-Nya, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun, dan menunda siksa itu bukan karena Dia teledor dan lemah” (Tafsir As-Sa’di: 899).
Al-Baghawi rahimahullah menukilkan perkataan seorang tabi’in pakar tafsir Ikrimah rahimahullah,
ما من نكبة أصابت عبدا فما فوقها إلا بذنب لم يكن الله ليغفر له إلا بها، أو درجة لم يكن الله ليبلغها إلا بها .
“Tidak ada satupun musibah yang
menimpa seorang hamba, demikian pula musibah yang lebih besar (dan luas)
darinya, kecuali karena sebab dosa yang Allah mengampuninya hanya
dengan (cara menimpakan) musibah tersebut (kepadanya) atau Allah hendak
mengangkat derajatnya (kepada suatu derajat kemuliaan) hanya dengan
(cara menimpakan) musibah tersebut (kepadanya)” (Tafsir Al-Baghawi: 4/85)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar