Rabu, 26 Agustus 2015

Keadaan Orang Berdosa Setelah Hisab

Secara umum ada tiga golongan manusia pada hari kiamat:
1. Orang-orang beriman yang lebih dulu dan orang-orang beriman dari golongan kanan. Semua masuk surga melewati shirath dengan kondisi yang berbeda-beda. Di antara mereka ada yang melewati seperti kilat, angin kencang, kuda yang berlari cepat, berjalan biasa dengan kedua kakinya, dan ada pula yang merangkak dengan perutnya. Akan tetapi semuanya berhasil melaluinya.

2. Golongan kedua adalah orang-orang kafir dan musyrik yang berbeda keyakinan dan agama mereka. Mereka tidak melewati shirath, tetapi langsung digiring ke neraka jahanam bersama yang mereka sembah dan sucikan ketika di dunia. Ketika mendekati neraka, mereka langsung terjatuh ke dalamnya secara berkelompok. Setiap kali datang suatu kelompok atau umat, saudara mereka melaknat hingga mereka saling menyusul dan jatuh ke dalamnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak pernah keluar darinya, dan tidak mendapat syafaat.

3. Golongan ketiga adalah orang-orang munafik serta yang suka berbuat maksiat dan yang melakukan dosa besar. Mereka adalah umat Muhammad saw. yakni umat Islam. Mereka tidak masuk neraka bersama-sama orang kafir atau musyrik, tetapi menyeberangi shirath bersama orang-orang beriman. Namun mereka tidak berhasil menyeberanginya, sebagaimana golongan pertama. Mereka disambar dan dicengkeram oleh duri-duri dan besi berkait yang diletakkan Allah di kedua sisi shirath. Duri dan besi berkait itulah yang menyambar dan menyeret orang-orang yang berjalan di atas shirath sesuai dengan kemunafikan dan dosa yang mereka lakukan, lalu melemparkan mereka ke neraka atas perintah Allah. Orang-orang munafik kekal di dasar neraka, sedangkan mereka yang suka mengerjakan maksiat dan dosa besar mempunyai kondisi yang berbeda-beda. Keberadaan mereka di neraka pun berbeda-beda sesuai dengan kemaksiatan yang telah mereka lakukan.

Sebagaimana surga bertingkat-tingkat, maka neraka pun juga mempunyai tingkatan yang berbeda. Orang-orang yang berbuat maksiatpun mempunyai tingkatan yang berbeda sesuai dengan kemaksiatan, dosa, kejahatan, dan dosa besar yang mereka lakukan, lalu mereka mati dalam kemaksiatan dan belum bertobat darinya. Oleh karena itu, balasan mereka adalah neraka. akan tetapi golongan ini yang bukan tergolong dalam orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Mereka dikendalikan oleh syaitan dan jiwa mereka condong untuk berbuat maksiat, meninggalkan kewajiban, dan mengikuti hawa nafsu. Mereka tidak mengingkari ketauhidan Allah, bahkan tetap mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, tidak kafir, masih memperlihatkan keimanan, tidak memusuhi Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang muslim, serta tidak menjadi musuh bagi mereka.
Seandainya orang-orang yang berbuat maksiat itu bertobat ketika di dunia, niscaya mereka tidak dibalas dengan neraka dan tidak akan jatuh dari shirath.
Kemaksiatan dan dosa yang mereka lakukan pun bermacam-macam. Di antara mereka ada yang berbuat satu dosa besar, dua, tiga, atau ada juga yang menjadi pelaku tujuh kemaksiatan, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah saw. yang akan menghinakan pelakunya di neraka. tujuh kemaksiatan itu adalah: sihir, bunuh diri, memakan riba, memakan harta anak yatim, mengingkari shirath, menuduh zina, dan orang mukmin yang lupa.
Selain yang disebutkan di atas, di antara mereka ada yang berbuat dzalim terhadap orang lain, memakan hak orang lain, berbuat melampaui batas, takabur atau sombong, melanggar hukum, berbohong kepada Rasulullah saw., sebagai pelukis, dan mereka yang condong kepada yang dzalim. Semua perbuatan itu menyebabkan Allah murka sehingga mereka akan berada di dalam neraka sesuai dengan perbuatan mereka dan catatan amal kedua malaikat. Allah swt tidak berbuat dhalim sedikitpun kepada mereka. Barangsiapa yang berbuat kebaikan sekecil apapun, niscaya ia akan melihatnya di hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang berbuat jahat sekecil apapun niscaya dia akan melihatnya di hari kiamat kelak.
Umat Muhammad saw. yang jatuh ke neraka ketika menyeberangi shirath adalah mereka yang mempunyai amal jelek lebih banyak daripada amal shalihnya. Adapun orang-orang yang berada di antara dinding surga dan neraka, kelak akan mendapat perlindungan Allah swt, sedang mereka yang mempunyai amal shalih lebih banyak daripada amal jeleknya meskipun hanya satu kebaikan, kelak mereka juga akan masuk surga dengan izin Allah.
Satu amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya, selama ia muslim dan mukmin. Allah swt. akan melipatgandakan suatu amal kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki karena Dia-lah Yang Maha Penyayang. Sedangkan satu satu perbuatan atau amal jelek tetap mendapatkan satu balasan, tidak dilipatgandakan. Tidak ada satu ayat al-Qur’an pun atau hadits Rasulullah saw. yang menyebutkan bahwa satu perbuatan jelek dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Dalam amal kebaikan, bisa jadi Allah menambahkan pahala lagi kepada siapa saja yang Dia kehendaki, sedangkan dalam perkara kejelekan Dia tidak menambahkannya. Itulah kenyataan rahmat, ampunan, dan keadilan-Nya terhadap makhluk-Nya.
Bayangkan rahmat dan kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya sehingga orang-orang yang suka berbuat maksiat dari umat Islam. Bayangkan pula orang-orang yang memiliki amal perbuatan jelek lebih banyak daripada amal shalihnya yang dilipatgandakan sepuluh kali. Lalu berapa banyak perbuatan dosa dan maksiat yang bisa dilakukan manusia sehingga kejelekannya melebihi kebaikannya?
Bayangkan betapa luas ampunan Allah, Dia yang telah mensifati diri-Nya dengan Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Bayangkan pula setelah Allah swt.memberikan ampunan kepada orang-orang yang suka berbuat maksiat, lalu salah satu dari mereka datang dengan kejelekannya yang lebih banyak daripada kebaikannya. Berapa banyak orang yang berbuat dosa di kehidupan dunia ini? Berapa banyak pula orang yang suka berbuat maksiat dan keji di dunia ini?
Sungguh, rahmat dan kasih sayang Allah tidak ada yang menyamainya atau mendekatinya. Seandainya salah seorang di antara mereka yang berada di neraka karena kemaksiatan itu pernah bertobat dan memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah memberikan maaf atau tobat, rahmat, dan ampunan kepada mereka.
“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)
Orang-orang yang jatuh ke neraka ketika menyeberangi shirath berarti belum bertobat ketika di dunia, dan tidak ingkar terhadap rahmat Allah. Padahal Allah tidak mendhalimi seseorang pun dari makhluk-Nya. Berapa kali Allah mengajak hamba-Nya untuk bertobat ketika hidup di dunia, padahal Dia telah membukakan pintu tobat bagi mereka, bahkan tidak menutupnya hingga matahari terbit dari barat. Tidak pula Dia menutup pintu tobat itu bagi para hamba-Nya selama ia belum sekarat atau rohnya belum sampai ke tenggorokannya, yang merupakan perjalanan akhir bagi kehidupan manusia di dunia. Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Betapa banyak di antara mereka yang lalai terhadap hak Rabb-nya dan berbuat dhalim terhadap dirinya sendiri hingga jatuh ke neraka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar