Secara umum ada tiga golongan manusia pada hari kiamat:
1. Orang-orang beriman yang lebih dulu dan orang-orang beriman dari
golongan kanan. Semua masuk surga melewati shirath dengan kondisi yang
berbeda-beda. Di antara mereka ada yang melewati seperti kilat, angin
kencang, kuda yang berlari cepat, berjalan biasa dengan kedua kakinya,
dan ada pula yang merangkak dengan perutnya. Akan tetapi semuanya
berhasil melaluinya.
2. Golongan kedua adalah orang-orang kafir dan musyrik yang berbeda
keyakinan dan agama mereka. Mereka tidak melewati shirath, tetapi
langsung digiring ke neraka jahanam bersama yang mereka sembah dan
sucikan ketika di dunia. Ketika mendekati neraka, mereka langsung
terjatuh ke dalamnya secara berkelompok. Setiap kali datang suatu
kelompok atau umat, saudara mereka melaknat hingga mereka saling
menyusul dan jatuh ke dalamnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak
pernah keluar darinya, dan tidak mendapat syafaat.
3. Golongan ketiga adalah orang-orang munafik serta yang suka berbuat
maksiat dan yang melakukan dosa besar. Mereka adalah umat Muhammad saw.
yakni umat Islam. Mereka tidak masuk neraka bersama-sama orang kafir
atau musyrik, tetapi menyeberangi shirath bersama orang-orang beriman.
Namun mereka tidak berhasil menyeberanginya, sebagaimana golongan
pertama. Mereka disambar dan dicengkeram oleh duri-duri dan besi berkait
yang diletakkan Allah di kedua sisi shirath. Duri dan besi berkait
itulah yang menyambar dan menyeret orang-orang yang berjalan di atas
shirath sesuai dengan kemunafikan dan dosa yang mereka lakukan, lalu
melemparkan mereka ke neraka atas perintah Allah. Orang-orang munafik
kekal di dasar neraka, sedangkan mereka yang suka mengerjakan maksiat
dan dosa besar mempunyai kondisi yang berbeda-beda. Keberadaan mereka di
neraka pun berbeda-beda sesuai dengan kemaksiatan yang telah mereka
lakukan.
Sebagaimana surga bertingkat-tingkat, maka neraka pun juga mempunyai
tingkatan yang berbeda. Orang-orang yang berbuat maksiatpun mempunyai
tingkatan yang berbeda sesuai dengan kemaksiatan, dosa, kejahatan, dan
dosa besar yang mereka lakukan, lalu mereka mati dalam kemaksiatan dan
belum bertobat darinya. Oleh karena itu, balasan mereka adalah neraka.
akan tetapi golongan ini yang bukan tergolong dalam orang-orang kafir,
musyrik dan munafik. Mereka dikendalikan oleh syaitan dan jiwa mereka
condong untuk berbuat maksiat, meninggalkan kewajiban, dan mengikuti
hawa nafsu. Mereka tidak mengingkari ketauhidan Allah, bahkan tetap
mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah, tidak kafir, masih memperlihatkan keimanan, tidak memusuhi Allah
dan Rasul-Nya, dan orang-orang muslim, serta tidak menjadi musuh bagi
mereka.
Seandainya orang-orang yang berbuat maksiat itu bertobat ketika di
dunia, niscaya mereka tidak dibalas dengan neraka dan tidak akan jatuh
dari shirath.
Kemaksiatan dan dosa yang mereka lakukan pun bermacam-macam. Di antara mereka ada yang berbuat satu dosa besar, dua, tiga, atau ada juga yang menjadi pelaku tujuh kemaksiatan, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah saw. yang akan menghinakan pelakunya di neraka. tujuh kemaksiatan itu adalah: sihir, bunuh diri, memakan riba, memakan harta anak yatim, mengingkari shirath, menuduh zina, dan orang mukmin yang lupa.
Kemaksiatan dan dosa yang mereka lakukan pun bermacam-macam. Di antara mereka ada yang berbuat satu dosa besar, dua, tiga, atau ada juga yang menjadi pelaku tujuh kemaksiatan, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah saw. yang akan menghinakan pelakunya di neraka. tujuh kemaksiatan itu adalah: sihir, bunuh diri, memakan riba, memakan harta anak yatim, mengingkari shirath, menuduh zina, dan orang mukmin yang lupa.
Selain yang disebutkan di atas, di antara mereka ada yang berbuat
dzalim terhadap orang lain, memakan hak orang lain, berbuat melampaui
batas, takabur atau sombong, melanggar hukum, berbohong kepada
Rasulullah saw., sebagai pelukis, dan mereka yang condong kepada yang
dzalim. Semua perbuatan itu menyebabkan Allah murka sehingga mereka akan
berada di dalam neraka sesuai dengan perbuatan mereka dan catatan amal
kedua malaikat. Allah swt tidak berbuat dhalim sedikitpun kepada mereka.
Barangsiapa yang berbuat kebaikan sekecil apapun, niscaya ia akan
melihatnya di hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang berbuat jahat
sekecil apapun niscaya dia akan melihatnya di hari kiamat kelak.
Umat Muhammad saw. yang jatuh ke neraka ketika menyeberangi shirath
adalah mereka yang mempunyai amal jelek lebih banyak daripada amal
shalihnya. Adapun orang-orang yang berada di antara dinding surga dan
neraka, kelak akan mendapat perlindungan Allah swt, sedang mereka yang
mempunyai amal shalih lebih banyak daripada amal jeleknya meskipun hanya
satu kebaikan, kelak mereka juga akan masuk surga dengan izin Allah.
Satu amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan mendapat balasan
sepuluh kali lipatnya, selama ia muslim dan mukmin. Allah swt. akan
melipatgandakan suatu amal kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki
karena Dia-lah Yang Maha Penyayang. Sedangkan satu satu perbuatan atau
amal jelek tetap mendapatkan satu balasan, tidak dilipatgandakan. Tidak
ada satu ayat al-Qur’an pun atau hadits Rasulullah saw. yang menyebutkan
bahwa satu perbuatan jelek dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Dalam
amal kebaikan, bisa jadi Allah menambahkan pahala lagi kepada siapa saja
yang Dia kehendaki, sedangkan dalam perkara kejelekan Dia tidak
menambahkannya. Itulah kenyataan rahmat, ampunan, dan keadilan-Nya
terhadap makhluk-Nya.
Bayangkan rahmat dan kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya
sehingga orang-orang yang suka berbuat maksiat dari umat Islam.
Bayangkan pula orang-orang yang memiliki amal perbuatan jelek lebih
banyak daripada amal shalihnya yang dilipatgandakan sepuluh kali. Lalu
berapa banyak perbuatan dosa dan maksiat yang bisa dilakukan manusia
sehingga kejelekannya melebihi kebaikannya?
Bayangkan betapa luas ampunan Allah, Dia yang telah mensifati
diri-Nya dengan Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Bayangkan pula
setelah Allah swt.memberikan ampunan kepada orang-orang yang suka
berbuat maksiat, lalu salah satu dari mereka datang dengan kejelekannya
yang lebih banyak daripada kebaikannya. Berapa banyak orang yang berbuat
dosa di kehidupan dunia ini? Berapa banyak pula orang yang suka berbuat
maksiat dan keji di dunia ini?
Sungguh, rahmat dan kasih sayang Allah tidak ada yang menyamainya
atau mendekatinya. Seandainya salah seorang di antara mereka yang berada
di neraka karena kemaksiatan itu pernah bertobat dan memohon ampunan
kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah memberikan maaf atau
tobat, rahmat, dan ampunan kepada mereka.
“Katakanlah: ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang
Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)
Orang-orang yang jatuh ke neraka ketika menyeberangi shirath berarti
belum bertobat ketika di dunia, dan tidak ingkar terhadap rahmat Allah.
Padahal Allah tidak mendhalimi seseorang pun dari makhluk-Nya. Berapa
kali Allah mengajak hamba-Nya untuk bertobat ketika hidup di dunia,
padahal Dia telah membukakan pintu tobat bagi mereka, bahkan tidak
menutupnya hingga matahari terbit dari barat. Tidak pula Dia menutup
pintu tobat itu bagi para hamba-Nya selama ia belum sekarat atau rohnya
belum sampai ke tenggorokannya, yang merupakan perjalanan akhir bagi
kehidupan manusia di dunia. Betapa besar kasih sayang Allah kepada
hamba-Nya. Betapa banyak di antara mereka yang lalai terhadap hak
Rabb-nya dan berbuat dhalim terhadap dirinya sendiri hingga jatuh ke
neraka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar