Ketika orang-orang mukmin berhasil melintasi jembatan shirath dan selamat dari neraka, mereka pun berhenti sejenak. Sebagian mereka ada yang diizinkan oleh Allah untuk masuk surga, kecuali orang yang masih punya utang kedhaliman kepada orang lain. Orang tersebut masih ditahan di atas jembatan lengkung antara surga dan neraka, untuk mengembalikan kedhalimannya terhadap orang lain. Setelah itu barulah mereka diizinkan masuk surga.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang mukmin lolos dari neraka, lalu mereka ditahan di atas jembatan yang melengkung antara surga dan neraka untuk mengembalikan kedhaliman dari seseorang terhadap orang lain yang masih tersisa. Setelah benar-benar bersih, barulah mereka diizinkan masuk surga. Demi Allah, Dzat Yang Maha Menguasai Muhammad, tidak ada seorang pun yang bisa memberikan tempatnya di surga kepada orang lain, sebagaimana saat di dunia.”
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Boleh jadi, mereka yang semula termasuk berpangkat tinggi di dunia, tetapi karena sering berbuat aniaya kepada saudara-saudaranya sesama muslim, timbangan antara kebaikan dan keburukannya menjadi sama. Hal ini membuat penghitungan amalnya menjadi lama. Mereka melihat orang yang sedang melintasi jembatan shirath berjatuhan ke dalam api neraka sehingga mereka ketakutan. Dan mereka melihat ahli surga di dalam surga, mereka pun memanggilnya.”
“….Salaamun ‘alaikum [salam sejahtera bagimu]’ mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera [masuk].” (al-A’raaf: 46)
Anas ra. meriwayatkan hadits qudsi dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Allah Swt. berfirman: ‘Akan ada suara yang memanggil dari tengah ‘Arsy pada hari kiamat, wahai umat Muhammad, sesungguhnya apa yang Aku miliki untuk kalian telah Aku berikan kepada kalian dan yang tersisa adalah tanggungan, seperti kedhaliman. Maka, hendaklah kalian saling memberi, lalu masuklah ke surga dengan rahmat-KU.” (HR Ibrahim al-Muqri dalam at-Tabshirah)
Dari Umi Hani’ ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Allah swt. berfirman: ‘Akan ada yang memanggil, wahai ahli tauhid, hendaklah kalian saling memaafkan satu dengan yang lain dan Akulah yang akan memberikan pahala.” (HR Thabrani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar