Pintu surga berjumlah delapan. Jarak antara dua sisi pintu surga seperti jarak antara kota Makkah dan kota Hajar, atau seperti jarak antara kota Makkah dan kota Bushra. Hajar adalah nama salah satu kota di Bahrain. Jarak antara kota Hajar dan Makkah adalah 1.160 km. Sedangkan Bushra ada di Suriah. Jarak antara kota Bushra dan Makkah adalah 1.250 km. Artinya, luar sebuah pintu surga sekitar 1.200 km.
Orang-orang shalih akan dipanggil untuk memasukinya karena amal-amal sunnah mereka. orang-orang yang senang berpuasa akan dipanggil untuk masuk surga dari pintu ar-Rayyan. Setiap golongan akan dipanggil dari pintu-pintu tersebut. Boleh jadi, di antara golongan orang-orang yang tidak perlu dihisab adalah golongan orang-orang yang paling awal masuk Islam, antara lain Abu Bakar ash-Shiddiq ra, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits setelah dua ayat ini.
Firman Allah yang artinya:
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. (az-Zumar: 73)
“Ini adalah kehormatan (bagi mereka). dan Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) syurga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,” (Shaad: 49-50)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa bersedekah kepada sepasang suami istri di jalan Allah, ia akan dipanggil dari balik pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah yang lebih baik.’ Barangsiapa yang termasuk golongan orang-orang yang berjihad, ia akan dipanggil dari balik pintu jihad. Barangsiapa yang termasuk golongan orang-orang yang berpuasa, ia akan dipanggil dari balik pintu ar-Rayyan [pintu kesegaran]. Dan barangsiapa yang termasuk golongan orang-orang yang suka bersedekah, ia akan dipanggil dari balik pintu sedekah.
Abu Bakar ra. berkata, “Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, bagi orang yang dipanggil dari salah satu pintu itu, tentunya tidak ada keberatan baginya? Namun, apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu itu?” Rasulullah saw. menjawab, “Ada, dan aku berharap engkau termasuk golongan mereka itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Hadits ini menunjukkan sedikitnya orang yang bisa dipanggil dari semua pintu itu, sekaligus menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan amalan-amalan sunnah adalah amalan-amalan yang bukan amalan wajib. Hal ini dikarenakan banyak orang yang melakukan berbagai macam amalan. Sehingga orang yang melaksanakan semua amalan sunnah, akan dipanggil dari semua pintu surga. Hal ini sebagai penghargaan kepadanya. Kalau tidak demikian, maksudnya tetap dari satu pintu, yang barangkali merupakan amal terbanyak dari orang tersebut. wallaaHu a’lam.
Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya di surga ada pintu yang bernama ar-Rayyan [pintu kesegaran] yang pada hari kiamat nanti, orang-orang yang berpuasa akan masuk melewati pintu itu, dan tidak ada seorang pun yang bisa lewat pintu itu selain mereka. akan ada suara panggilan, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk melalui pintu tersebut. Jika mereka telah masuk ke dalam surga semua melalui pintu itu, ditutuplah pintu tersebut hingga tidak ada seorang pun yang dapat masuk melalui pintu itu.” (HR Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar