Selasa, 08 September 2015

Manusia Terakhir Yang Masuk Surga

Akan tiba waktunya pintu surga ditutup, sebagaimana pintu neraka, dan sebagaimana pula akan ada orang yang keluar dari neraka paling akhir, serta masuk surga paling akhir. Dalam hal ini Rasulullah saw. telah menyampaikan hadits kepada kita tentang kisah orang yang keluar dari neraka paling akhir dan masuk surga paling akhir. Dan hanya karena besarnya rahmat Allah-lah, orang ini bisa memperoleh penghargaan dan kenikmatan yang benar-benar di luar khayalan dan prediksi. Bahkan orang itu sendiri merasa heran dengan apa yang telah diberikan Allah hingga ia takut kalau-kalau Tuhannya akan mengolok-oloknya ketika memberikan rahmat dan kemuliaan kepadanya.
Dalam kitab Jami’ul Ushul, Ibnu Atsir mengumpulkan beberapa riwayat atau kutipan hadits-hadits berikut.
Dalam shahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak tahu seseorang yang paling akhir keluar dari neraka, seseorang yang keluar dari neraka dengan merayap, dan dikatakan kepadanya, ‘Keluarlah dan masuklah ke surga.’ Maka keluarlah ia dari neraka dan masuk ke surga. Ia mendapati orang-orang ahli surga sudah mendapatkan posisi masing-masing. Ditanyakan kepadanya, ‘Ingatkah kamu, berapa lama di neraka?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Dikatakan kepadanya, ‘Berharaplah.’ Iapun berharap dan menginginkan sesuatu. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Engkau akan memperoleh apa yang engkau harapkan, ditambah sepuluh kali lipat kemegahan dunia.’ Dia pun berkata, karena kaget dan seperti tidak percaya, ‘Apakah Engkau menghinaku, sedangkan Engkau adalah Raja.’” Perawi hadits ini mengatakan, “Aku melihat Rasulullah saw. tertawa hingga gerahamnya kelihatan.” (HR Bukhari, Muslim dan Turmudzi)
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak tahu seseorang ahli neraka yang keluar paling akhir dan seseorang ahli surga yang masuk terakhir kali serta seseorang yang keluar dari neraka dengan cara merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah dan masuklah ke surga.’ Maka orang itupun berkhayal bahwa surga telah penuh. Ia pun kembali dan mengatakan, ‘Ya Tuhanku, surga telah penuh.’ Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah dan masuklah ke surga. Engkau akan mendapatkan kemewahan seperti di dunia, ditambah sepuluh kali lipatnya atau seperti sepuluh kali yang seperti di dunia.’ Dia pun berkata karena kaget dan seolah tidak percaya, ‘Apakah Engkau menghinaku, sedangkan Engkau adalah Raja?’ perawi hadits ini mengatakan, “Aku melihat Rasulullah tertawa hingga gerahamnya kelihatan.” Dikatakan kepadanya, “Itu posisi ahli surga paling rendah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya posisi ahli surga yang paling rendah adalah seseorang yang wajahnya diubah oleh Allah dari paras ahli neraka sebelum masuk surga. Lalu diciptakanlah untuknya sebuah pohon yang rindang. Ia pun berkata, ‘Wahai Tuhanku, dekatkanlah pepohonan ini agar aku berada di naungannya…’” (Hadits ini mirip dengan hadits Ibnu Mas’ud, hanya saja tidak menyebut kata, Allah berfirman, ‘Wahai anak cucu Adam…” hingga akhir hadits)
Ada tambahan kalimat: Allah berfirman, ‘Mintalah ini dan itu.’ Setelah ia selesai menuturkan permintaannya, Allah berfirman, ‘Itu untukmu ditambah sepuluh kali lipatnya.’ Dan dia pun masuk ke rumahnya maka masuklah dua orang istrinya yang terdiri atas bidadari, sambil berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan anda untuk kami, dan menghidupkan kami untuk anda.’ Dia pun berkata, ‘Tak seorang pun diberikan seperti yang telah diberikan kepadaku.’” (HR Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ahli surga yang terakhir kali masuk adalah seseorang yang berjalan kaki, lalu menangis sekali, dan dihanguskan oleh api neraka sekali sehingga berwarna kehitaman, tetapi setelah berhasil melewati, ia pun menoleh dengan mengatakan, ‘Mahaberkat Dzat yang telah menyelamatkan aku darimu, wahai neraka. Allah menganugerahi aku sesuatu yang tidak pernah dianugerahkan kepada orang lain, baik sebelumku maupun sesudahku.’ Lalu dinaikkanlah sebuah pohon. Ia pun berkata, ‘Wahai Tuhanku, izinkanlah pohon ini untukku agar aku bisa bernaung di bawahnya dan minum dengan airnya.’ Allah berfirman, ‘Wahai anak cucu Adam, mungkin saja kalau Aku berikan, engkau akan meminta yang lainnya.’ Dia pun berkata, ‘Tidak wahai Tuhanku, aku berjanji untuk tidak meminta yang lain lagi.’ Allah swt. memaklumi karena Dia Mahamengetahui ketidaksabaran orang tersebut. Allah mendekatkan pohon tersebut kepadanya, dan menaunginya dengan naungan pohon tersebut. Ia pun minum dengan airnya.
Lalu dinaikkanlah sebuah pohon lagi, tetapi yang ini lebih baik daripada yang pertama. Ia pun berkata, ‘Wahai Tuhanku, izinkanlah pohon ini dekat denganku agar aku bisa bernaung di bawahnya dan meminum dengan airnya. Aku berjanji untuk tidak meminta yang lain lagi.’ Allah berfirman, ‘Wahai anak cucu Adam, bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta yang lainnya?’ Allah juga berfirman, ‘Mungkin saja kalau Aku berikan, engkau akan meminta yang lainnya.’ Dia pun berjanji untuk tidak meminta yang lain lagi. Allah memaklumi karena Dia Mahamengetahui ketidaksabaran orang tersebut. Allah mendekatkan pohon tersebut kepadanya, dan menaunginya dengan naungan pohon tersebut. Ia pun minum dengan airnya.
Lalu dinaikkan sebuah pohon di dekat pintu surga. Pohon ini lebih baik dari dua pohon sebelumnya. Ia pun berkata, ‘Wahai Tuhanku, izinkanlah pohon ini dekat denganku agar aku bisa bernaung di bawahnya dan meminum dengan airnya. Aku berjanji untuk tidak meminta yang lain lagi.’ Allah berfirman, ‘Wahai anak cucu Adam, bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta yang lainnya lagi?’ Ia pun menjawab, ‘Benar, wahai Tuhanku, aku berjanji untuk tidak meminta yang lain lagi.’ Allah memaklumi karena Dia Mahamengetahui ketidaksabaran orang tersebut. Allah mendekatkan pohon tersebut kepadanya. Dan setelah dekat, ia pun mendengar suara-suara ahli surga. Orang itu pun berkata, ‘Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.’ Allah berfirman, ‘Tidakkah engkau telah berjanji kepada-Ku. Relakah engkau jika Aku berikan dunia dan yang sepadan dengannya?’ Orang itupun menjawb, ‘Wahai Tuhanku, apakah Engkau mengolok-olok aku, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?’”
Ibnu Mas’ud tertawa, lalu berkata, “Apakah kalian bertanya kepadaku mengapa aku tertawa?” Para shahabat menjawab, “Mengapa engkau tertawa?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Demikianlah Rasulullah tertawa. Para shahabat bertanya, ‘Mengapa engkau tertawa wahai Rasulallah?’ Rasulullah menjawab, ‘Aku tertawa oleh tertawanya Allah Rabbul ‘Aalamiin, ketika orang terakhir masuk surga itu berkata, ‘Apakah Engkau mengolok-olok aku, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?’ Allah menjawab, ‘Aku tidak mengolok-olokmu, tetapi Aku mampu melakukan apa saja yang Aku mau.’” (HR Muslim)
Jika seperti ini posisi ahli surga yang paling akhir, lalu setelah itu pintu-pintu surga ditutup, lalu bagaimana orang-orang yang sebelumnya? Bagaimana pula ahli surga yang memperoleh fasilitas lebih rendah dari Ahlul Yamin, baik dari segi penghormatan, pangkat, posisi, kemuliaan, maupun rahmat Ilahi? Atau yang lebih rendah dari fasilitas yang diperoleh olah as-Sabiqun di sisi Tuhan mereka? Mereka adalah orang-orang yang telah menerima penghormatan langsung dari Allah dan Allah juga yang menyiapkan pangkatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar