Rabu, 26 Agustus 2015

Sifat - sifat Neraka

Allah menyediakan neraka bagi siapa saja yang berhak menempatinya. Mereka adalah orang-orang yang menyombongkan diri ketika hidup di dunia atau takabur, berbuat sewenang-wenang, dzhalim, kafir, musyrik dan fasik. Kemudian mereka mati dalam keadaan seperti itu. Seandainya saja mereka beriman dan bertobat setelah berbuat dan bersikap demikian itu tentu mereka akan mendapatkan Allah swt sebagai Penerima Tobat dan Maha Pengasih kepada mereka.
“Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya Ialah: bahwasanya la’nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la’nat Para Malaikat dan manusia seluruhnya, mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh, 89. kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan Mengadakan perbaikan. karena Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imraan: 86-89)
Orang-orang kafir itu berbuat dosa, tetapi Allah swt membukakan pintu tobat bagi mereka. jika mereka bertobat dan berbuat baik, tentu akan mendapatkan ampunan dan kasih sayang-Nya. Adapun orang-orang yang berhak masuk neraka adalah mereka yang tidak mau bertobat dan mati dalam keadaan kafir serta tidak mau mencari rahmat-Nya ketika hidup di dunia.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, Maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun Dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. bagi mereka Itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” (Ali ‘Imraan: 91)
Betapa besar rahmat Allah kepada para hamba-Nya, termasuk kepada orang-orang kafir yang tidak beriman kepada-Nya. Allah swt. tetap mengajak mereka untuk bertaubat, sebagaimana telah disebutkan dalam surah Ali ‘Imraan: 89:
“Kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan Mengadakan perbaikan. karena Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Rahmat Allah mencakup seluruh makhluk-Nya, baik mereka yang beriman dan berbuat baik maupun bertobat setelah berbuat kufur, syirik dan dhalim. Beberapa orang yang menggunakan umur mereka dalam kekafiran dan kemaksiatan, lalu satu atau dua hari menjelang kematiannya mereka bertobat serta mendapatkan ampunan dan kasih sayang-Nya?
Orang-orang yang mati dalam kekafiran dan kemaksiatan, sebelum mereka bertobat, mereka ialah orang-orang yang akan dibalas Allah swt pada hari kiamat kelak dengan balasan yang lebih keras dan disediakan bagi mereka neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya.
“(ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan.” (ad-Dukhaan: 16)
“…. sesungguhnya Allah telah menyediakan adzab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.” (an-Nisaa’: 102)
“….Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.” (al-Ahzab: 64-65)
“Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang Amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. dan (neraka Jahannam) Itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (al-Fath: 6)
Allah swt. telah menyediakan neraka bagi orang-orang kafir dan berbuat jahat kepada-Nya. Mereka mendapat siksa yang menghinakan, bahkan kekal di dalamnya. Bagaimana Allah swt tidak menyediakan neraka bagi mereka, sedangkan mereka tidak memenuhi ajakan-Nya yang tertuang dalam kitab-kitab-Nya yang telah diturunkan? Mereka juga tidak mengikuti ajakan para nabi dan rasul-Nya, padahal mereka tidak henti-hentinya menyeru dan memberi petunjuk kepa da kaum ke jalan Allah swt. Para utusan itu berusaha dengan keras menyadarkan kaumnya dengan berbagai cara, tetapi yang mereka peroleh justru siksa dari kaumnya yang mendustakan mereka. Allah swt. memberi perumpamaan kepada kita tentang kisah nabi Nuh as. dan kaumnya. Berapa banyak usaha yang telah ia curahkan untuk kaumnya agar mendapat hidayah? Namun, berbagai usaha itu tak satupun yang berhasil menyadarkan mereka.
“Nuh berkata: ‘Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan Sesungguhnya Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian Sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian Sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam. Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Nuh: 5-10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Membaca Blog Saya, Silahkan Tinggalkan Komentar